RSS

Arsip Bulanan: Juni 2010

keyword for happyness

Pagi itu, tak melakukan ritual pagi seperti biasanya. Tetapi, dengerin penyiar yang berceloteh sambil menyelesaikan tugas untuk penyajian paper. Ee, ada obrolan tentang kebahagiaan. dan ada liputan tentang sosok seseorang yang sangat menginspirasi. Dengerin ini aja ah “memutuskan dalam hati”. sosok itu bernama Rama “klo gak salah, he2”, seorang yang ceria dan menularkan keceriaannya itu kepada sesiapa yang ada di sekitarnya. Tapi, siapa sangka klo orang seceria itu ternyata tunanetra. Dia bahagia meskipun tunanetra.

Sehubungan dengan kata bahagia yang menurut beberapa orang bahagia itu susah diraih. Kenapa???? Karena orang selalu mengatakan aku bahagia karena bisa punya rumah mewah, aku bahagia karena berjumpa dengan kamu, dan karena karena yang lainnya. Ini adalah bahagia yang semu, karena ada sebab yang menjadikan seseorang tersebut merasa bahagia. Ketika, penyebab kebahagiaan itu hilang, maka bahagia pun tak dirasa lagi. Soo, gimana caranya agar bahagia itu bukanlah bahagia yang semu?? Key word nya adalah MESKIPUN. Jadi, mari kita menetapkan hati untuk mengatakan aku bahagia meskipun tidak punya banyak uang, aku bahagia meskipun punya rumah yang sederhana, aku bahagia meskipun dia tak di sini, dan lain sebagainya.

Begitulah yang dirasakan Rama yang merasa bahagia meskipun tidak bisa melihat. dia tidak merasa bahwa dia memiliki kekurangan, dia sama dengan manusia lainnya yang dapat melihat yang malah selalu merasa memiliki banyak kekurangan sehingga tidak bahagia. Dari kecil dia tak pernah menyadari bahwa dia itu tidak normal, yang dia tahu tidak dapat melihat itu normal. Dia baru menyadarinya ketika teman2 di sekolahnya mengatakan bahwa dia buta. Dan dia bertanya, buta itu apa??…sungguh menakjubkan. Begitulah orang tuanya mendidiknya dari kecil dan tidak pernah membedakan dia dengan yang lainnya, sehingga dia mandiri, tak merasa memiliki kekurangan. Ada banyak cerita lainnya yang menginspirasi dari Rama, tetapi karena mesti bersiap2 untuk ke kampus, jadinya ketinggalan ceritanya. Hoho… tapi setidaknya hari itu dapat pelajaran baru, rumus untuk bahagia. [aku bahagia meskipun…..]. 😀 😀

Sunday, 27th june 2010

11:25 AM

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 27, 2010 in my notes

 

My Luv…

Masih kuat dalam ingatan… tanggal 23 April 2010, jam 18:00 WIB, saat itu, lia lagi makan siang (makan siang yang sudah sangat terlambat, hoho…). Seperti biasa, makan sambil ngeliat acara2 TV. Tiba2 terdengar vibrating tone dari HP, saat itu juga langsung mengambilnya. Inbox dibuka, ooh, ternyata ada SMS dari My Luv….senaaaaaang rasanya, :):) karena jarang sekali “dia” ngirim SMS. Dalam seminggu bahkan dua minggu tak sekalipun “dia” nge-SMS…fiuuuuh. Begitulah…. 😦

Setelah dibuka, kata demi kata yang dibaca sukses membuat bulir demi bulir air mata jatuh tak tertahankan hingga mengalir deras dari kedua mata ini. Seketika jantung berdegup kencang, dan raga gemetar…. Saat itu juga terasa betapa besar rasa sayangnya yang tak selalu terucap dari mulutnya. Ingiiiiiiin ingin sekali memeluknya (tapi, “dia” jauh di sana) dan bilang “lia sangaaaaaat sayang Ayah”….(tes tes tes…air mata masih mengalir). Setelah semua isi SMS dibaca, baca lagi, lagi, lagi dan lagi dengan air mata makin mengalir deras. Sungguh, saat itu rasa senang, sedih, haru, kangen, semua bercampur aduk.

Jam & detik ini adalah tepat waktu lahir mu anakku sayang, hanya ibu, ayah, kakak mu mely & bidan yang membantu mu lahir sebagai saksi. Sekarang umur mu 22 thn. Harapan ayah & ibu. semoga semakin dewasa & jadi anak Sholehah. Amin……

Sender: My Luv

Sent: 23 April 2010

18:00:30

Begitulah seuntai kata yang diucapkan Ayah lewat SMS. Ayah yang selalu memberikan yang terbaik tak mengharapkan apa2 dari anaknya, dia hanya ingin anaknya menjadi anak sholehah. Semoga anak ayah ini bisa menjadi seperti yang Ayah harapkan “anak sholehah”…amiiiin.  Walau itu hanya kalimat singkat dan mungkin ketika orang lain membacanya, merasa itu hanya SMS biasa saja, tapi, lia merasa ini sangat berarti. Hingga kini, SMS itu masih tersimpan dan akan selalu disimpan.

Medan, 15 Juni 2010

sesaat menjelang azan maghrib

disaat sangat rindu pada Ayah

swapolimerisasi
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 15, 2010 in my notes

 

????

Detik demi detik kita lalui tanpa berbagi asa

Hari demi hari berlalu tanpa ceritanya

Minggu demi minggu berlalu tanpa kehadirannya

Semua tak lagi seperti waktu itu

Mungkin ku terlalu sering menitip hati yang lelah padanya

Mungkin tak ada lagi tempat bersandar dibahunya

Memang dia tengah melangkah menggapai cita

Benarkah tak ada sedikitpun waktu yang tersisa untukku??

Benarkah dia sudah tak mengenang kebersamaan itu??

Benarkah semua itu tak sedikitpun tersimpan dihatinya??

Ingin ku menjadi awan yang menaungi harinya

Menghapus resah di hatinya

Terus bersama setiap masa

Begitu ingin menyapanya…

Sangat ingin merasakan apa yang dia rasa

Sangat ingin meniti hari bersama

Apakah dia merasakan yang sama…??

Begitu banyak tanya terlintas disetiap helaan nafas

Bagaimanakah caranya menggapai jawab hati ini

Getaran hati penuhi rasa yang tak kumengerti

Haruskah aku menunggu dalam diam??

Medan, May 4th, 2010

10:34 PM

ditulis untuk seorang teman, disaat merasa sedikit kehilangan karena tak bisa lagi seperti sebelumnya selalu berbagi cerita.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 11, 2010 in poetry

 

About me

Waktu kecil, memanggil diri sendiri dengan sebutan adek dan semua orang memanggil begitu “si bungsu”, tetapi saat usia 9 tahun saya dinobatkan jadi anak tengah. 🙂 🙂 Sejak saat itulah mulai belajar memanggil diri sendiri dengan “lia” hingga sekarang. 😀 😀

Keluarga yang sangat perhatian dan teman2 yang baik membuat lia menjadi seperti sekarang ini ….”masih dalam proses menjadi pribadi yang lebih baik sih…”

It’s my 1st blog…Ditengah kesibukan menjalani co ass….browsing buat referensi tambahan untuk membuat makalah dan akhirnya membaca sebuah blog. Terinspirasi dari blog “seseorang” itu lah, hari ini saya mengaktifkan account ini…. 😀



 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 10, 2010 in my notes

 

ibu, ayah

Hingga saat ini…
Begitu banyak senyum yang telah kusemai
Begitu banyak pasang mata yang telah kuselami
Begitu banyak uluran tangan yang kugapai
Begitu banyak hati yang kurengkuh
Namun, saat ini…..
Hanya “mereka” yang kuharap ada disini
Mereka yang telah mengenal ku lebih dari siapa pun
Mereka yang telah menghabiskan banyak waktunya untukku
Mereka yang selalu menghapus galau di hatiku
Mereka yang selalu memberikan yang terbaik untukku
Mereka yang tak mengharapkan apapun dariku
Ibu, ayah….
Kata-kata cinta mengalir terus dari hati ini
Senandung rindu tiada henti bergetar sendu dalam diri
Sapaan mesra terucap terus dari jiwa ini
Derai air mata menetes bila ingat resah yang ada karenaku
Ibu, ayah….
Kenangan masa kecil itu tak kan terlupa
Semua tentangmu selalu menghiasi memori
Terima kasih untuk segalanya
Maaf bila ku tak seperti yang engkau harap
Maaf bila terkadang membuat engkau kecewa
Doa tulus ini tak sebanding dengan doa yang mengalir dari relung hatimu
Ibu, ayah….

medan
22 april 2010
6:45 pm

ini ditulis sehari sebelum hari kelahiran, di saat benar2 sangat2 meridukan ayah dan ibu. setelah sekian lama tidak menjalani hari-hari bersama.

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Juni 10, 2010 in poetry