RSS

Arsip Bulanan: Februari 2011

:( :(

Kamu selalu tersenyum tiap kali bertaut wajah
Senyum itu senantiasa tebarkan keakraban
Pertanda hati telah terpaut akan kasih

Kamu selalu berikan sambutan hangat
Tawarkan sebentuk bahagia di tengah kemelut diri
Lenyapkan gundah yang tak bosan menyapa

Kamu selalu ulurkan tangan
Menggapai hati yang terjatuh
Hingga sakit itu tak membekas

kamu selalu dengarkan keluh kesah hati
dekapan hangatnya seketika lenyapkan sedih
berikan ketenangan kala risau melanda

Kamu selalu menggantikan duka jadi suka
Mengajarkan arti cinta sang pemilik cinta
menghadirkan indahnya ukhuwah

kamu yang telah hadir di hidup ini
hadirmu telah indahkan hari-hari yang dilewati
dan tiada cukup kata tuk menjelaskan arti hadirmu

telah banyak kenangan tercipta antara kita
yang telah menjadi ukiran indah di diary hati ini
kenanglah kenangan itu selalu
karena rindu bergelayut kala kita tak bisa saling menatap
berharap mengenangnya akan hibur rindu kala kita berjauhan

Ya Rabb… syukur kami padaMu
Engkau telah pertemukan kami
Engkau telah tautkan hati kami
Engkau jugalah yang akan pisahkan raga kami
Tapi, jangan pisahkan hati kami ya Rabb
Tetaplah cinta ini bersemi diantara kami karena-Mu

Feb, 13th 2011
17:55
@BSMI medan

#merasakan “lagi” sedihnya perpisahan… 😦 😦

#terkhusus buat teman2 “nongkrong” tiap ari minggu –> si kamu, si MU, sang motivator vanya, si kalem anggune, mirahe, dan ayuuul

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 15, 2011 in poetry

 

AYAH

Ayah…
Ayah bilang tak baik memikirkan hal selain daripada belajar di saat sekolah
Ayah bilang tak baik memberi harapan kepada “seseorang”
Ayah bilang tak baik menggantungkan janji kepada “seseorang”
Ayah bilang tak baik terlalu percaya kepada “seseorang”

Ayah…
Semua itu telah dipatuhi
Semua sudah diperjuangkan agar senyum ayah tetap seindah dulu
Agar ayah bisa terlelap dalam tidur tanpa ada beban pikiran
Agar sebutan “anak kesayangan ayah” tak pernah berubah
walau beberapa kali terjatuh, namun pesan itu tetap didekap

Ayah…
Tahukah ayah…
Beberapa saat lalu anak ayah ini terluka
Beberapa saat lalu anak ayah ini telah membangun mimpi
Yang seketika jadi mimpi buruk ketika ayah mengabaikannya
Ya, waktu itu lah anak ayah ini merasa sangat sedih

Ayah…
Tidakkah ayah merasakan semangat yang terpancar dari suara ini kala bercerita akan mimpi2 itu
Tidakkah ayah merasakan anah ayah ini sunguh-sungguh ingin menjadikan mimpi itu jadi nyata
Ya, anak ayah ini mencoba memahami, mencoba mengerti
Mungkin ayah memang tidak merasakannya
Hingga mimpi itu pun terabaikan

Ayah…
Anak ayah ini tahu betapa besarnya harapan ayah
Sungguh tak ingin meruntuhkan harapan itu jadi berkeping2
Tapi, ayah… izinkanlah anak ayah ini bermimpi
Yang dengan mimpi itu akan tetap penuhi harapan ayah
karena anak ayah ini bukan lagi gadis kecil seperti belasan tahun dulu

ayah…
Bila nanti asa itu hadir dan menyapa di cerahnya pagi
Izinkanlah anak ayah ini meraihnya
jangan khawatir karena Anak ayah ini akan selalu jadi anak ayah

Feb 7th, 2011
5:22 pm

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 7, 2011 in poetry

 

My Memory Part 1

Seperti biasa lo “versi cici2 dan koko2 gitu.. :)”, hari ini mau ngapain, besok mau ngapain hampir selalu “berkonsultasi” dengan si kamu… nah kemarin [baca: tanggal 4 februari] saya dah bersenang hati karena kamu mau temankan saia ke istana maimun selepas dari kampus, secara selama ini cuma lewat doang tak pernah mampir, hoho…

Tak seperti biasa lo, ehe2… kali ini saia tak telat menginjak rerumputan yang ada di depan kost kamu, karena tak ingin terlambat sedikit pun dari janji untuk berjumpa dengan seorang dosen yang begitu spesial, yang selalu hadirkan berjutajuta rasa segan bila berhadapan dengannya, yang buat hati berbunga-bunga walaupun dia cuma tersenyum kala berpapasan, yang selalu buat saia terngiang-ngiang akan kata-kata yang diucapkannya, suaranya yang khas itu loo saia suka, 😀 o iya, kemarin waktu wisuda di auditorium dia juga berada di deretan para dosen2 di atas “panggung” itu dan dia tersenyum ke saia begitu lama *lebih lama dari biasanya, ehe2*… pebimbing skripsi doeloe… :D, ya, dia sungguh menginspirasi… :D, saat wisuda itu dari kejauhan saia selalu melihatnya dengan rasa kagum yang tak kan lekang oleh waktu, lebaynya kumat lagi, ehehe…

Ini ni, satusatunya foto saia yang berdua sahaja bersamanya *foto yang laen pada ada orang laen, jadi tak aci tarok sini, xixi…* #diambil di depan meja kerjanya, pada tanggal 19 januari 2011 selepas pelantikan dokter gigi, jam 2:15:30 pm… 😀 😀

Nah, hari ini (4 feb) saia dan si kamu bertemu dia lagi… 😀 terus ke ruangan dia masukin poster ke dalam t4 poster *perkakas wajib anak teknik, :D*. Saia dan kamu punya kenangan indah akan tabung t4 poster ini, waktu kami pinjam kemarin, dan di bandara ada abang2 yang bilang “dek, hormatlah sama seniornya”.. lholholho.. kami senyum2 wae… pasti si abg2 itu kira saia dan kamu anak teknik juga, weleh2… sepertinya memang benar klo tabung ini adalah identitas anak teknik… 😀 naaah, sangking lamanya masukin tu poster sempat pula la ngobrol2 dengan dosen yang lagi ada di ruangan itu, xixi… masa’ si dosen tsb tanya kalian udah co ass?? Huwaaa… dalam hati girang tak kepalang berarti masih kyk anak kuliahan ni kite2, xixi… “Alhamdulillah, kami dah selesai co ass dok”… kami kompak menjawab dengan senyum tak ketinggalan tentunya, masa’ ngobrol ma dosen cemberut, xixi.. oo, selamat la ya, maaf ya saia gak begitu ingat karena saia jarang di sini, kata si dosen, ehe2.. dan perbincangan berlanjut bla bla bla… *panjang amat, capek ngetiknya, ehe2*

Nah, habis dari situ, lanjut ke bag pendidikan, duduk2 di sana beberapa waktu, bla bla bla… akhirnya beralih ke Amanda… 😀 Terus bersilaturahim dengan seorang dosen biologi yang telah banyak membantu selama masa skripsi, terkhusus si kamu yang lebih banyak berinteraksi selama penelitian, seorang prof yang sangat bersahaja, ramah minta ampun, malahan dia berulangulangulang kali mendoakan kami, dan kami hanya sanggup menyela berulangulang kali juga, iya, makasih bayak ya pak, semoga bpk juga… terharuuuu, makin kaguuuum, salute up, seperti ilmu padi yang saat ini sangat jarang dianut para “tetinggi-tetinggi”… makasih pak, hari ini bapak mengajarkan pelajaran hidup bagi kami… terima kasih pak…

Bersama beliau… diambil pada tgl 4 januari, jam 11:22 am… 🙂
Rute perjalanan hari ini tak seperti rencana, kali ini saia dan kamu sepakat tuk keliling Indonesia, 😀 Yuk mariiiii, kita ke ATM dulu, ehe2

Salah satu t4 persinggahan klo kantong lagi tipis, xixi… ini adalah gedung biro rektor yang disingkat birek “tampak samping”, diperlengkapi dengan ATM, ehe2… e iya, bapak satpam yang deket ATMnya ramah, xixi… Emang sengaja banget ni ngambil foto ini, tema beberapa hari terakhir ini adalah kapanlagi.com… kapan lagi coba nak ke birek?? Mungkin beberapa tahun lagi, klo ada keperluan dan kesempatan ke medan lagi, ohoho… #sediiiih…huhu Diambil tgl 4 feb, jam 11:38 am… 😀

Setelah melakukan apa yang harus dilakukan mulailah saia dan kamu melakukan perjalanan panjang, “judulnya keliling Indonesia tapi, ehe2”… senang meski tak seperti rencana awal, jadinya kali ini juga cuma lewat doang di depan istana maimun, hoho… setelah si kamu mendapat penjelasan panjang kali lebar dari kk ivo, akhirnya sampailah kami di Surabaya, ini tujuan utamanya sih, tapi tak lupa pula berkeliling2 selepas tu, ehe2… ke palangkaraya, bla bla…banyak lagi dah…:D Setelah itu saia dan kamu menghabiskan hari di gramedia [baca: ampe sore] “syukurnya deket situ ada mesjid, :)” Pulangnya beli nasi goreng yang klo kita belinya mesti ngantri super lama, tapi enak jadinya dibela-belain dah nungguin… 😀

Medan, Feb 6th, 2011
01:34 pm

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 6, 2011 in my notes

 

Penasaran

Setelah penantian panjang akan datangnya hari ini *hebohheboh..xixi*, akhirnya 5 februari pun dijelang dengan penuh gairah “istilah yang didapat dari acara akbar tadi”, 😀 😀 Terlihat dari ke-on time-an saia [baca: jam 08:15 teng teng] dah hadir di “markas” sebelum berangkat bareng ke TKP… 😀 Sesampai di sana gairah itu tak berkurang [note book dan pen dah siap sedia meski acara blom mulai…xixi], malah semakin bertambah manakala disuguhkan dengan materi yang luar biasa sungguh bermanfaat dan semoga membuat saia dan semua yang hadir di sana menjadi pribadi yang selalu dalam keberkahan. Amiiiiin Gairah, semangat, antusiasme… 3 kata dengan satu makna ini telah berhasil ditularkan oleh Salim A Fillah… the big questions are, pada hal apa kita bersemangat?? untuk apa kita bersemangat?? 😀
Klo penasaran tentang materi yang muantaf2 itu, boleh pinjam catatan saia yang tulisannya hanya saia yang bisa mengerti apa yang tertulis di situ,xixi… boleh jugak la dengan sedikit penjelasan yang masih melekat di ingatan ini, meski tak se”provokatif” penulis muda yang setiap kata-katanya sarat makna itu, terus dia orangnya lucu [baca: humoris, biar keren gituuu, :)], saia dan si kamu setuju klo dia cocok jadi actor [habisnya acting2 dia kala menyampaikan materi tu pas banget, ehe2]… Coretan yang ditulis ini sih sebenarnya cuma mau curhat tentang sesuatu perkara *sok serius.com* yang membuat saia terdiam sesaat di tengah alunan nasyid yang mengiringi penantian alias nungguin acara dimulai… 🙂
Perasaan yang hadir kala itu adalah ketentraman, kedamaian, kehangatan, karena berada diantara mereka-mereka yang menatap wajahnya saja sudah menghadirkan kebahagiaan. 🙂 Tapi entah kenapa, seketika ngerasa bahwa “dia” berada di sini, di gedung ini, di ruangan ini, di antara para akhwat yang duduk di kursi merah ini. “Dia” yang tidak saia kenal, tapi mungkin aja sih saia kenal … atauu… paling tidak pernah berjumpa dan sekilas bertegur sapa dengannya. “Dia” yang akan menjemput kebahagiaan bersama seseorang yang pernah menawarkan kebahagiaan itu kepada saia, seseorang yang telah mengajarkan banyak hal hingga saia mengalami perubahan besar dalam beberapa bulan terakhir ini… penasaran, ya inilah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang dirasa, sejak “berita” itu saia tahu rasa penasaran itu seketika muncul begitu saja, “lagilagingomongsendiri,dalamhatitentunya, xixi: ini enggak aneh, bener gak aneh koq, yaa wajar laaa, klo kita ingin tahu siapa sih ……. sensor….. ehe2” sungguh, ingin sekali saia tahu akan “dia”, ingin sekali mengenalnya dan belajar banyak hal darinya, ingin sekali mendalami isi hatinya terhadap seseorang yang telah menyisakan kenangan di hidup saia. Benar bila suatu saat saia akan tahu juga siapa dia, tapi rasa penasaran itu tetap ada, dan setiap kali berbagi senyum dengan akhwat yang ditemui di sini, selalu muncul tanya, apakah ini dia? Jangan-jangan yang itu… atau yang itu….huhu. Dan hari ini, jawaban rasa penasaran itu belum terjawab… ya terang aja, gak mungkin juga kan mereka satu satu diinterogasidan demi menjawab kepenasaranan saia ditanyakan pertanyaan yang saia tahu semua orang akan ngerasa saia orang aneh yang menanyakan pertanyaan aneh…hoho *fiuuh, syukurlah hal itu tidak terjadi, ehe…” Syukurlah “lagi” rasa itu segera lenyap manakala acara dimulai…

#kembali jadi diri saia yang selalu bisa ngerasa sangat senang meski hanya dengan hal kecil tapi juga ngerasa sangat sedih hanya karena penyebab kecil saja…
11:57 pm
Feb 5th, 2011

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 5, 2011 in my notes

 

*poepoetry*

Sedari dulu udah ngerasa sedikit lebih lega klo apa yang dirasa diuraikan ke dalam sebentuk untaian kalimat yang yaa orang bilang sih puisi…:D Hari ini, pagi ini buka-buka file lama dalam folder poetry, xixi… serasa merasakan lagi perasaaan kala tiap-tiap puisi itu ditulis, ehe2… tapi sebagian saia lupa “latar belakang”nya, maklumlah faktor U… 😀
Puisi-puisi di bawah ini adalah sebagian diantara”nya” yang masih saia ingat kesah disebaliknya, 😀

#AKHIRNYA…#

Akhirnya rangkaian hati
Dapat mengalir padamu
Kuharap kau mengerti
Kalau aku tak pernah membencimu
Aku tak menyesali apapun

Akhirnya resah
Yang selama ini mengendap di denyut nadiku
Terucap lirih padamu di gelap malam
Aku tak tau getir yang terucap dari mulutmu
Aku tak mengerti arti tatapanmu
Dikala kau akan beranjak pergi
Sekilas terlihat genangan tak berarti
Di sudut matamu
Ku akan lebih senang
Dengan memanggilmu adik

10 Februari 2005

Ini perjuangan pertama meyakinkan seseorang bahwa tiada manfaat yang didapat dari hubungan yang terlalu dekat ”bukan muhrim soalnye, ehe2”, yang ada hanya KERUGIAN dan akan buat Dia cemburu, walaupun orang bilang kan gak apa-apa sih, kan berjauhan, klo jumpa pun gak da ngapa2in kan… ini mah salah besar, rahasia hati siapa yang tau ya kan ya… 🙂 ”waktu itu” ngerasa sedikit berat juga sih karena dia adalah orang pertama yang membuat saia simpati, kagum, entah apa lagi la namanya tu, ehe2… sampai-sampai di diary tu isinya semua tentang dia, ck ck ck… #maklum la, zaman sekolahan [baca: SMP], xixi… ternyata saia butuh waktu sangat lama untuk menghilangkan rasa kagum dan simpati itu, sejak SMP hingga akhir masa-masa SMA… sekarang diari itu udah dibumi hanguskan karena sempat kebaca teman dia beberapa lama setelah membatasi jarak dengannya, maluuu…jadinya langsung aja dimusnahkan, ohoho…

#PILAR KESUCIAN#

Pilar kesucian mulai retak
Reruntuhannya akan lumuri
Tiap getaran hati
Serpihan itu
Akan rabunkan mata beningmu
Senyuman sinis sang pendosa
Seret langkah kaki
Ke lorong tak bertepi
Selintas damai akan tergores di asamu
Walau sebenarnya itu adalah lumpur
Yang akan menutup pintu insyafmu
Pilar kesucian tak kan retak
Jika ia dalam dekapanmu
Di dekapan para mujahid
Yang akan sirnakan kesepian
Jagalah senyummu selalu…

Yang ini koq gak ada tanggalnya ya? ohoho… tapi kayaknya ini ditulis waktu kelas XII, waktu tu dapat tugas di kelas, ini puisi yang saia tulis buat teman sebelah yang dah nyerah puisinya tak siap-siap ”klo gak salah ni”… 😀

#HIDAYAH-MU#

Luruskan jalanku
Teguhkan romanku
Bimbinglah lidahku
Ya Robbi…
Gejolak dihati buat ragu langkahku
Dalam arungi atmosfer yang menderu
Gemuruh cinta entah pada siapa
Hampir butakan rindu dalam mimpiku
Ya Robbi…
Sayu tatapanku ini, ingat akan semua gundah
Gundukan ketakutan di tengah desahan angin
Gemetar tetesan air mata
Hanya bayangi sesaat
Payungi diri saat kemarau
Sentuhlah diri ini saat wajah merona
Dengan hidayah-Mu
Ya Robbi…
Ku ingin dekat dengan-Mu

Ditulis waktu SMA juga ni, persisnya lupa… 😀

#KELAMNYA HATI#

Hati ini penuh noda
Noda yang goreskan tangis di temaram
Isakannya warnai separoh senyumku
Luka dulu masih sisakan semburat senja
Di sudut asa yang sempat kurajut
Ya Robbi…
Kuingin segera ceritakan duka ini
Pada sendu di ujung kabut
Hingga kubisa sucikan
Secarik kertas yang tengah meronta
Tak ingin melihat cinta lain
Selain cinta¬-Mu tapi, kenapa tak bisa kuhindari
Debaran yang menunggu sapaan kelam
Ya Robbi…
Jagalah hati ini
Dari terpaan semilir angin

13 Desember 2004

#CORETAN#

Coretan itu tergores dengan syahdunya
Mendayu di lorong hati
Gemerisik hati dingin menghanyutkan
Hangatkan kehampaan dalam sendu
Dan bekukan…ciptakan cahaya mesra
Coretan itu mengisi hampanya kertas
Agar tak pernah tersenyum dalam kesendirian
Agar bisa tertawa dalam puncak kerinduan
Walau tanpa edelweis di tangan ini
Kau tulis coretan itu dengan jari cintamu
Salurkan segenap rasa
Ceritakan semua yang terpenjara
Terpenjara di ujung lidah, dipinggir bisikmu
Ku suka…sangat suka coretan itu
Karena dapat buat girang harumku
Mekarkan bunga yang belum pernah mekar
Tebarkan tembang pembalut hampa
Pengganti semua duka

Ini ditulis setelah dapat beberapa puisi dari seorang teman, 😀

#PINTU TAUBAT#

Ku ingin hadapkan wajah ini
Di pintu taubat-Mu ya Robbi
Tundukkan tetes penyesalan
Yang akan hapuskan angkasa murka
Jejaki langkah kekasih-Mu
Yang hadirkan kedamaian
Yang akan menemani tiap keluhan
Di setiap desah nafas ini
Walau itu masih tertinggal
Di asa yang terdalam
Lirih suara ini ungkapkan
Kata hati yang tak terucap
Menggapai harap tuk sebuah penyesalan
Kuingin hiasi malam-malamku
Dengan hati yang dilumuri hidayah-Mu
Dan akan ku ketuk pintu taubat-Mu
Akankah ku masih bisa tersenyum?

10 Desember 2004

ee udah dulu yaaa….  barusan terima SMS, jadi mau siap2 ke kampus duluuu, nak ke bag pendidikan nanyain ijazah apa udah bisa diambil … 😀
2 februari 2011
8:46 am

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 2, 2011 in poetry

 

Anak kost cont… :D

Bagi pembaca yang “tidak sengaja” ngeliat tulisan ini, saia sarankan untuk membaca “anak kost.. :D” terlebih dahulu, demi keharmonisan diantara kita, ehe2… *biar nyambung maksudnya, 😀 yuk yuk, silahkan dibaca “anak kost.. :D” dulu yaaa, habis tu mampir lagi kemari… xixi

Entah kenapa ni koq tengah-tengah malam gini (mulai menulis: jam 11:58 pm), tiba-tiba pengen nulis… #karena habis baca “tulisan tadi” kali ya, 🙂

Baiklah… *mikirmikir*… apa lagi ya enaknya jadi anak kost?? Ehe2…

6. Merubah cara belajar
Doeloe, waktu SMP “masih di rumah ni ceritanya, belum tau rasanya tinggal di asrama, belum tau rasanya ngekost”… klo belajar apalagi ngapal paling tak bisa klo ada denger suara2 sedikiiiit pun, klo ada yang ribut selalu protes…ohoho… gawat x ya, ehe2… nah ketika SMA [baca: ngeasrama] mulai berjuang mengadaptasikan diri dengan suara2 yang sangat susah dilenyapkan, secara sekamar berdua dengan 2 teman ruang antara, :D… mulailah belajar buat lebih focus, meningkatkan konsentrasi, salah satu caranya ni, waktu tu saia sengaja belajar sambil dengerin walkman *zaman dimana kaset masih laris,:D*… begitu juga waktu kuliah [baca: ngekost], adaptasikan diri belajar saat polusi suara begitu sering muncul… 🙂 #berhasil… 😀 sekarang udah bisa baca sambil idup tv, ngapal sambil idup winamp, ngapalin bahan kuliah beberapa menit menjelang ujian dimulai ditengah kebisingan teman2 yang heboh diskusi, xixi… ngerasain banget manfaatnya, karena gak mungkin kan kita selalu bisa mengkondisikan belajar di ruangan hampa suara, kecuali kita hidup sendirian… serem ya… xixi

7. Melatih kesabaran
Saia yang menganut paham sabar itu tak ada batasnya, benar2 ngerasain dengan ngekost ni cukup mempengaruhi karakter saia… 😀 naaaah, pas ngekost ni “pengalaman waktu di kost lama”, ada anak kost tu yang hobi idupin winamp dengan suara keras, ada juga anak kost yang emang klo ngomong tu bisa kedengeran ampe radius beratus jengkal, ohoho… klo dah kayak gini, yang lagi tidur jadi kebangun, yang lagi ngapal jadi tak hapal-hapal… sabar sabaaaaaar, ehe2. Ada juga yang sering pinjam tp jarang dibalikin, ehe2… dari sisi lain, ngelatih kesabaran misalnya ni pas lagi lapar kali [baca: sarapan rangkap makan siang, dan malam belum makan], stok cemilan dah habis, di luar lagi hujan, mau delivery uang di dompet tak banyak, ahaha… lengkap amat ya… maka keputusan terakhir adalah tidur… sabaaaar, ehe2 Banyak x dah, cerita2 yang pernah tercipta selama ngekost yang selama ini tak saia sadari ternyata telah melatih kesabaran saia… #meski saat ini saia bukanlah orang tersabar sejagat raya, pengakuan jujur: terkadang masih ngerasa tak sabar kala ngadapin sesuatu yang menjengkelkan, ngerasa tak sabar akan sesuatu yang menimpa… tapi ngekost telah menjadi bagian dari latihan saia untuk lebih bersabar, 😀

Dah dulu ye, 2 point je…xixi
12:44 am, belom ngantuk sih, tapi HARUS istirahat, 😀

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 1, 2011 in my notes