RSS

*poepoetry*

02 Feb

Sedari dulu udah ngerasa sedikit lebih lega klo apa yang dirasa diuraikan ke dalam sebentuk untaian kalimat yang yaa orang bilang sih puisi…:D Hari ini, pagi ini buka-buka file lama dalam folder poetry, xixi… serasa merasakan lagi perasaaan kala tiap-tiap puisi itu ditulis, ehe2… tapi sebagian saia lupa “latar belakang”nya, maklumlah faktor U… 😀
Puisi-puisi di bawah ini adalah sebagian diantara”nya” yang masih saia ingat kesah disebaliknya, 😀

#AKHIRNYA…#

Akhirnya rangkaian hati
Dapat mengalir padamu
Kuharap kau mengerti
Kalau aku tak pernah membencimu
Aku tak menyesali apapun

Akhirnya resah
Yang selama ini mengendap di denyut nadiku
Terucap lirih padamu di gelap malam
Aku tak tau getir yang terucap dari mulutmu
Aku tak mengerti arti tatapanmu
Dikala kau akan beranjak pergi
Sekilas terlihat genangan tak berarti
Di sudut matamu
Ku akan lebih senang
Dengan memanggilmu adik

10 Februari 2005

Ini perjuangan pertama meyakinkan seseorang bahwa tiada manfaat yang didapat dari hubungan yang terlalu dekat ”bukan muhrim soalnye, ehe2”, yang ada hanya KERUGIAN dan akan buat Dia cemburu, walaupun orang bilang kan gak apa-apa sih, kan berjauhan, klo jumpa pun gak da ngapa2in kan… ini mah salah besar, rahasia hati siapa yang tau ya kan ya… 🙂 ”waktu itu” ngerasa sedikit berat juga sih karena dia adalah orang pertama yang membuat saia simpati, kagum, entah apa lagi la namanya tu, ehe2… sampai-sampai di diary tu isinya semua tentang dia, ck ck ck… #maklum la, zaman sekolahan [baca: SMP], xixi… ternyata saia butuh waktu sangat lama untuk menghilangkan rasa kagum dan simpati itu, sejak SMP hingga akhir masa-masa SMA… sekarang diari itu udah dibumi hanguskan karena sempat kebaca teman dia beberapa lama setelah membatasi jarak dengannya, maluuu…jadinya langsung aja dimusnahkan, ohoho…

#PILAR KESUCIAN#

Pilar kesucian mulai retak
Reruntuhannya akan lumuri
Tiap getaran hati
Serpihan itu
Akan rabunkan mata beningmu
Senyuman sinis sang pendosa
Seret langkah kaki
Ke lorong tak bertepi
Selintas damai akan tergores di asamu
Walau sebenarnya itu adalah lumpur
Yang akan menutup pintu insyafmu
Pilar kesucian tak kan retak
Jika ia dalam dekapanmu
Di dekapan para mujahid
Yang akan sirnakan kesepian
Jagalah senyummu selalu…

Yang ini koq gak ada tanggalnya ya? ohoho… tapi kayaknya ini ditulis waktu kelas XII, waktu tu dapat tugas di kelas, ini puisi yang saia tulis buat teman sebelah yang dah nyerah puisinya tak siap-siap ”klo gak salah ni”… 😀

#HIDAYAH-MU#

Luruskan jalanku
Teguhkan romanku
Bimbinglah lidahku
Ya Robbi…
Gejolak dihati buat ragu langkahku
Dalam arungi atmosfer yang menderu
Gemuruh cinta entah pada siapa
Hampir butakan rindu dalam mimpiku
Ya Robbi…
Sayu tatapanku ini, ingat akan semua gundah
Gundukan ketakutan di tengah desahan angin
Gemetar tetesan air mata
Hanya bayangi sesaat
Payungi diri saat kemarau
Sentuhlah diri ini saat wajah merona
Dengan hidayah-Mu
Ya Robbi…
Ku ingin dekat dengan-Mu

Ditulis waktu SMA juga ni, persisnya lupa… 😀

#KELAMNYA HATI#

Hati ini penuh noda
Noda yang goreskan tangis di temaram
Isakannya warnai separoh senyumku
Luka dulu masih sisakan semburat senja
Di sudut asa yang sempat kurajut
Ya Robbi…
Kuingin segera ceritakan duka ini
Pada sendu di ujung kabut
Hingga kubisa sucikan
Secarik kertas yang tengah meronta
Tak ingin melihat cinta lain
Selain cinta¬-Mu tapi, kenapa tak bisa kuhindari
Debaran yang menunggu sapaan kelam
Ya Robbi…
Jagalah hati ini
Dari terpaan semilir angin

13 Desember 2004

#CORETAN#

Coretan itu tergores dengan syahdunya
Mendayu di lorong hati
Gemerisik hati dingin menghanyutkan
Hangatkan kehampaan dalam sendu
Dan bekukan…ciptakan cahaya mesra
Coretan itu mengisi hampanya kertas
Agar tak pernah tersenyum dalam kesendirian
Agar bisa tertawa dalam puncak kerinduan
Walau tanpa edelweis di tangan ini
Kau tulis coretan itu dengan jari cintamu
Salurkan segenap rasa
Ceritakan semua yang terpenjara
Terpenjara di ujung lidah, dipinggir bisikmu
Ku suka…sangat suka coretan itu
Karena dapat buat girang harumku
Mekarkan bunga yang belum pernah mekar
Tebarkan tembang pembalut hampa
Pengganti semua duka

Ini ditulis setelah dapat beberapa puisi dari seorang teman, 😀

#PINTU TAUBAT#

Ku ingin hadapkan wajah ini
Di pintu taubat-Mu ya Robbi
Tundukkan tetes penyesalan
Yang akan hapuskan angkasa murka
Jejaki langkah kekasih-Mu
Yang hadirkan kedamaian
Yang akan menemani tiap keluhan
Di setiap desah nafas ini
Walau itu masih tertinggal
Di asa yang terdalam
Lirih suara ini ungkapkan
Kata hati yang tak terucap
Menggapai harap tuk sebuah penyesalan
Kuingin hiasi malam-malamku
Dengan hati yang dilumuri hidayah-Mu
Dan akan ku ketuk pintu taubat-Mu
Akankah ku masih bisa tersenyum?

10 Desember 2004

ee udah dulu yaaa….  barusan terima SMS, jadi mau siap2 ke kampus duluuu, nak ke bag pendidikan nanyain ijazah apa udah bisa diambil … 😀
2 februari 2011
8:46 am

Iklan
 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 2, 2011 in poetry

 

4 responses to “*poepoetry*

  1. Anggun Sari

    Februari 6, 2011 at 8:13 am

    Ternyata lia, bisa jugak buat puisi
    kepandaian baru yg anggun baru tau..hehe ^_^

     
  2. Ly's notes

    Februari 6, 2011 at 8:15 am

    xixi… adakah ini juga bisa disebut puisi ya nggune? ohoho… *terharu.. 🙂
    dari dulu kebiasaan buat oret-oretan nggune

     
  3. Anggun Sari

    Februari 7, 2011 at 11:40 am

    ya iya bisa disebut puisi…kalo waktu sekolah2 dulu (SD, SMP, SMA) anggun paling malesssssss kalo disuruh buat puisi..huhuhu

     
  4. Ly's notes

    Februari 7, 2011 at 11:50 am

    ohoho… 😀
    anggun coba aj dulu curhat lewat puisi, berbeza rasanya dengan curhat lewat tulisan2 panjang di diary… 🙂

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: