RSS

Arsip Bulanan: Mei 2011

Pangeran Hati

6 Maret 2011
Pagi ini, tak seperti biasanya, apa “panggilan saia buat papa” menghampiri saya yang sedang menyiapkan sarapan di dapur. Mulanya apa hanya diam mengamati, dan setelah selesai barulah terucap satu kalimat yang buat hari2 saya mengharubiru. “nak, apakah kamu bersedia berumahtangga dengan Fadhil? Kmrn dia bilang klo dia udah ikhlas berumahtangga dengan kamu”. Fadhil, satu nama yang sudah tak asing lagi bagi saya, boleh dibilang saya sudah kenal dia, meski jarang bertemu dan tak ada interaksi. Yang saya tahu tentang dia, dia sering diskusi agama sama apa, taat beragama, zuhud, penyayang sama anak-anak, humoris, penyabar, bertanggungjawab, dan tidak pemarah. Tiada jawab yang terucap, saya hanya diam, tertunduk, semua rasa bergejolak, entah bagaimana paras saya waktu itu, #mungkin udah kayak udang rebus x ya?, ehe2… hanya “apa” lah yang tau, hoho… ya, diam ini adalah jawaban saya.. 🙂
Kenapa begitu cepat hati ini yakin dengan keputusan ini? Tidak, tidak begitu cepat, karena beberapa waktu yang lalu, orang tuanya telah pernah menanyakan hal ini, dan saat itu saya belum tahu bagaimana keputusan dia (fadhil) akan hal ini. Di saat itulah saya titipkan rasa ini pada Pemilik Cinta, pasrahkan semua jalan cerita ini kepadaNya. Saya yakin dengan istikharah tidak akan ada kecewa, dan diam inilah jawaban istikharah itu. 🙂

6 April 2011
Masih gak menyangka… gak menyangka klo sebentar lagi akan ada seseorang yang akan berdiri di samping saya mengukir hari bersama di sisa usia kami, ya,,, seseorang yang akan menggandeng tangan ini menemani saya berjalan menuju jannahNya…
Terkadang ngerasa semua hanya mimpi, tapi ini bukan mimpi, karena setiap hari saya disibukkan dengan semua urusan mengenai persiapan2 untuk hari yang paling sakral itu, setiap kali itu pula saia berusaha menyenangkan hati karena kadang sedih menyergap kala teringat status saya sebagai istri seseorang akan membuat batasan yang membuat saya tak bisa lagi bermanja2 seperti dulu lagi sama mama, huhu… setiap kali itu pula saia menyadarkan diri yang kadang ngerasa ini adalah “pernikahan saya sendiri” karena interaksi dengannya yang bisa dihitung dengan jari, yaaa, saya dan dia memang jarang sekali berkomunikasi, dan kadang saya masih ngerasa bingung dengan keputusan saya untuk bersedia menjadi teman hidupnya, tapi semakin saya cari jawabannya, semakin yakin hati ini akan keputusan ini, saya merasa tersanjung, sangat tersanjung akan sikap dia yang sangat menghargai saya, sikap dia yang begitu menjaga diri ini dari gejolak hati yang saya tahu mudah sekali goyah jika tersentuh oleh seringnya berkomunikasi yang tak penting,,, #terima kasih untuk calon suami saya yang telah membantu saya menjaga hati… 🙂

1 mei 2011
Terima kasih ya Allah… Engkau telah mengizinkan rencana kami berjalan lancar, dan sekarang perjanjian yang sangat berat itu telah terucap, haru menyergap, debaran hati selalu menemani, pernikahan itu indah karena dari pernikahan itu halal-lah yang tadinya haram. Pernikahan adalah amanah yang luar biasa yang dianugerahi sang Kholiq. Pahala yang akan kita reguk dalam pertalian hati ini. Terima kasih suamiku karena telah memilihku untuk menemanimu menggapai RidhoNya, terima kasih suamiku karena telah bersedia membimbingku untuk lebih mencintaiNya, terima kasih suamiku karena telah memilihku untuk menjadi ummi bagi anak-anakmu kelak… Alhamdulillah ya Rabb

image

8 mei 2011, 12:12 wib
#setelah sekian lama tak buat cerpen, dah lama x pun, xixi… mencobacoba merangkai kata tentang sepenggal kisah yang “terinspirasi” dari kisah seorang sahabat… 🙂

Iklan
 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 8, 2011 in my notes