RSS

:( :(

20 Apr

saat dia tak seperti yang dulu lagi

mengisi hari-hari meski hanya lewat suara

saat dia mengabaikan arti hadir ini

tak lagi menanyakan hasrat hati

saat dia tak lagi peduli

akan sedih yang mendera karena sikapnya

tak ada lagi senyum penuh makna

tak ada lagi cerita yang terkisahkan

semuanya hanya terucap di relung hati saja

seakan tak ada kerinduan akan tawa seperti dulu

ayah…

maaf bila luka itu terlalu menyesakkan

tapi ini bukan hanya lukamu

begini… bukanlah yang kuingin

begini… bukanlah yang kuharap

ayah…

sebisa mungkin aku ingin mengukir tawamu

tak ingin kita terus begini

tapi, jarak yang engkau ciptakan

buatku terlalu takut tuk menyapamu

dan hanya bisa menunggumu menyapa terlebih dulu 😦

ayah…

anak ayah ini merindukan ayah yang dulu

14:11 wib [H-3 jelang sapaan yang sangat dinanti]…

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 20, 2012 in poetry

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: