RSS

Arsip Tag: patah hati

Rumus gagal ta’aruf

Saat mengalami patah hati, bukan jenis patah hati yang dirasakan oleh mereka2 yang berpacaran lhoo, ;-)tapi ini jenis patah hati saat gagal ta’aruf yang bukan dikarenakan oleh ketidakcocokan kedua belah pihak, tapi karena faktor X yang memang sudah begitulah skenarionya sehingga proses ta’aruf tak berakhir di konferensi meja bundar antara si ikhwan, orang tua/ wali si akhwat dan saksi2, hoho

Jadi, klo gagal ta’aruf apa yang harus dilakukan?? Yaaa, ta’aruf lagi? Ehehe… segampang itukah menata hati yang semula telah sempat terangkai rencana, impian, sketsa perjalanan yang akan dibangun, telah merasa sevisi-misi dan seketika harus dilupakan, diruntuhkan, dirobohkan, tanpa boleh ada lagi puing2 sisa reruntuhan, dan segera dibangun lagi impian dan sketsa baru di hati yang sama. Hal ini sungguh tidak mudah, benar2 tidak mudah, mungkin begini yang dialami sebagian besar akhwat πŸ™‚ [hipotesa nol ini tercetus dari curhatan beberapa orang teman, jadi masih harus diuji kebenarannya, ehehe]

Dan saya (khususnya) benar2 iri melihat para ikhwan (dari beberapa kisah yang saya dengar) yang seakan punya kekuatan yang entah bagaimana menghadirkannya, kekuatan super untuk membangun pondasi dan bangunan baru sesaat setelah berakhirnya satu kisah. Mereka tak butuh waktu lama untuk pemulihan, dlm waktu singkat setelah kegagalan sebelumnya, beredarlah undangan, πŸ˜€ #kereeeenn, begini ni hasil dari rumus gagal ta’aruf ya ta’aruf lagi πŸ˜‰ Benar, perasaan dan kenangan selama “proses” itu bukanlah hal yang spesial tapi tetap saja bagi sebagian akhwat peralihan kisah butuh waktu lebih, lebih, dan lebih, xixi dan sedikit banyaknya kisah sebelumnya akan terus jadi referensi buat kisah yang akan dijelang alias masih terkenang2, hoho

Nah, kondisi di atas menghasilkan efek samping berupa mellownisasi si akhwat yang masih sibuk menata hati bersendu ria akan fenomena si ikhwan yang akan menikah, padahal sudah sangat jelas kisah yang telah berakhir dengan alasan entah apapun itu sudah tak akan mungkin terangkai lagi. Begitulah misteri hati yang siapapun tahu bahwa ia harus ditata, dikontrol tapi terkadang kita selalu bersandar pada waktu dan terlalu berharap dia berbaik hati membantu untuk menata ulang hati. Dan sepertinya, selalunya waktu tidak pernah menolak tugas mulia ini πŸ˜‰ so, member gagal ta’aruf jangan menyerah [walaupun tak tahu apakah ada atau tidak group gagal ta’aruf, anggap saja membernya ada, ehehe]… Allahlah Pemilik Hati B-)

Buat member gagal ta’aruf, yuk mari benar2 meyakini bahwa dengan istikharah insya Allah tak akan ada penyesalan, percaya saja pada skenario terbaik-Nya ;-), kerenkan diri, dan selalu gunakan rumus jika gagal ta’aruf maka ta’aruf lagi πŸ˜‰ ssttt, saya juga termasuk member gagal ta’aruf, xixi

09:36 pm
@rudin dengan pencahayaan dari henpon sahaja #padahal lagi gak mati lampu πŸ˜€
Note yang tidak terlalu penting ini terangkai, bermaksud hanya untuk menumpahkan apa yang bisa ditumpahkan ke blog yang udah lama tak ketumpahan tulisan ini, xixi

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 20, 2013 in my notes

 

Tag: ,